F1 dianggap banyak kalangan sebagai balap single-seater yang kastanya paling tinggi. Salah satu ukurannya adalah data-data tentang cukup tingginya rating siaran live F1, yang disiarkan ke sekitar 200 negara. Hal ini diperkuat dengan citra F1 sebagai balapan yang identik dengan teknologi canggih dan mutakhir.
Tidak mengherankan bila banyak perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan TI, yang ingin disandingkan/diasosiasikan dengan F1. Tidak semua perusahaan tersebut sekedar bergabung sebagai sponsor, yang logo dan namanya terpampang sebagai livery pada mobil dan baju pembalap. Khususnya perusahaan TI, banyak di antara mereka yang berperan sebagai suplier untuk kebutuhan-kebutuhan tim F1, bahkan suplier untuk kegiatan race sepanjang tahun.
Berikut ini beberapa perusahaan raksasa IT yang masih maupun pernah terlibat dalam F1
- Intel, pernah mensponsori tim BMW Williams, sekarang menjadi sponsor BMW Sauber. Bagi BMW, Intel berperan besar dalam pembangunan wind-tunnel yang canggih untuk digunakan menguji aerodinamika mobil mereka.
- AMD dan Ferrari telah menjalin kerja sama cukup lama. Yang menarik, Intel dan AMD selalu bersaing secara langsung untuk menjadi CPU bagi supercomputer yang dipakai merancang mobil balap F1. Supercomputer tercanggih dimiliki tim RenaultF1, yang menggunakan 128 prosesor jenis Opteron (CPU unggulan AMD untuk komputer kelas server). Supercomputer timdari Prancis ini ditunjang dengan memori 4,4 TB. Wow! Secara keseluruhan, di tahun 2008 AMD menang dengan total jumlah core 9216, sedang Intel ‘hanya’ 4931.
- Computer Associates. Pernah menjadi perusahaan rangking 3 dunia (di bawah Microsoft dan Oracle), CA mensponsori tim McLaren F1 sejak 1997.
- TAG Heuer, sebenarnya bukan hanya sponsor di F1. Perusahaan ini memiliki sepersekian share tim McLaren F1. Keterlibatannya termasuk dalam hal menyediakan infrastruktur untuk semua pencatatan waktu (official timekeeper balapan F1) sejak tahun 1992.
- Microsoft. Tahun 2006 muncul berita yang mengejutkan dan menarik. Microsoft, yg terkenal sebagai produsen software secara resmi akan menjadi suplier engine control unit (ECU). Pada mobil ECU sendiri sering disebut sebagai komputer. Joke yang sering muncul waktu itu adalah … bakal banyak mobil (F1) yg crash nih di musim 2008 (untungnya tidak
). - HP / Compaq. Compaq mensponsori tim Williams tahun 2000. Tahun berikutnya, Compaq diakuisisi oleh HP, yang kemudian menjadi sponsor hingga tahun ini. Nama HP sendiri baru muncul di mobil Williams pada pertengahan tahun 2002.
- Yahoo! merupakan perusahaan internet pertama yang menjadi sponsor di F1. Perusahaan ini pernah mensponsori tim Prost (sesuai nama pemiliknya yg merupakan juara dunia F1 4 kali, Alain Prost). Sayangnya, tim Prost tidak pernah mentas dari statusnya sebagai tim papan bawah di balapan F1. Masuk ke papan saja sulit, akhirnya bangkrut dan dijual. Yang menarik, meski Prost merupakan tim dari Prancis, Yahoo! sebagai sponsor tim ini pernah dilarang (di-ban/block) oleh negara Prancis (CMIIW).
- Acer, produsen yang tahun-tahun terakhir mendominasi penjualan laptop di Eropa dan beberapa negara Asia ini tercatat pernah menjadi sponsor tim Prost di tahun 2001. Kini, Acer menjadi suplier perangkat IT untuk tim yang paling sukses di F1, Scuderia Ferrari. Dari kerja sama dengan Ferrari ini pula Acer merilis beberapa seri laptop yang casingnya dilapisi titanium.
- Vodafone, operator telepon seluler dari Spanyol ini mungkin lebih mendunia lewat logo mereka di kaos pemain Mancherter United FC. Di F1, Vodafone pernah mensponsori Ferrari, kemudian pindah ke McLaren. Kepindahan ini diyakini terkait dengan perekrutan Fernando Alonso (yang telah menjadi juara dunia 2 kali dengan mobil RenaultF1) oleh McLaren.
Ok, sementara ada 9 nama … masih ada beberapa yang lain. Jika sempat akan saya tambahkan.

1 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
1 Maret 2009 pada 14:25
Jafar Soddik
Perusahaan-perusahaan besar di dunia yang berbasis IT memang banyak melirik ajang-ajang olahraga untuk memasarkan produk mereka. Hal ini dengan asumsi bahwa ajang olahraga tersebut akan ditonton oleh ratusan juta pasang mata di seluruh dunia. Dan bukan tidak mungkin nanti perusahaan-perusahaan IT besar pun akan melirik dunia olahraga di Indonesia. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa
.